Kalau di post sebelumnya saya sangat senang karena sudah mendapat data, maka di post yang ini saya merasa sangat menderita karena data yang saya dapat ternyata salah. Data yang saya dapat namanya "Program Kerja SPI", awalnya mikir sama kayak Program Audit (dari nama saja sudah mirip). Tetapi kalau ditelaah lebih dalam lagi, ternyata berbeda. Dan setelah saya pelajari lebih dalam lagi, data yang harusnya saya dapatkan adalah "Program Kerja Pemeriksaan". Bodoh, dodol, bahlul, bego!!
Mungkin inilah yang namanya resiko pekerjaan. Resiko memang tidak bisa dihindari, dia muncul seenak udelnya. Menurut auditing, untuk menghadapi sebuah resiko, kita perlu sebuah perencanaan. Perencaan yang benar-benar matang. Dan itulah yang sedang saya coba untuk lakukan. Yak, saya perlu rencana. RENCANA!!
Beginilah kira-kira rencana saya dalam beberapa kondisi bertingkat:
Rencana I : Saya akan meminta Rencana Kerja Pemeriksaan ke objek dengan tampang sangat memelas. *masih waras
Rencana II: Jika Rencana Kerja Pemeriksaan tidak ada atau mungkin bersifat rahasia, maka saya mengganti judul (lagi). Kemungkinan Evaluasi Tahapan Audit. Datanya ada di Program Kerja, berbentuk diagram dan hanya 1 lembar. kalau tidak selesai waktu deadline kemungkinan perpanjangan deadline. *mulai stress
Rencana III: Jika ternyata Evaluasi Tahapan Audit tidak diterima dosbing karena datanya yang secuil, maka saya akan merubah judul (lagi dan lagi) dan sudah pasti perpanjangan deadline. Judulnya apa saya bingung, kemungkinan observasi langsung. *mulai gila.
Rencana IV: Sampai disini saya rasa KTTA sudah bakalan diterima. Dan jika ternyata judul baru yang saja buat tidak diterima juga, maka saya akan ganti judul (lagi, lagi, dan lagi). hahahahaaa *gila beneran
Rencana V: Jika KTTA saya sudah diterima. Saatnya mewaraskan otak. Mumpung kuliah sehari doank. :)
Begitulah kira-kira rencana jitu yang saya buat. Saya berharap hanya sampai Rencana I. Sehingga saya tetap menjadi orang waras. :Amin:
No comments:
Post a Comment