Beberapa hari yang lalu ada sms mengagetkan dari teman saya. Mono bakalan main di Jakarta di tanggal yang tidak mengenakkan, 11 Oktober. Dan besoknya merupakan tanggal yang bakalan bersejarah, saya wisuda. Dan saya rasa saya adalah salah satu orang gila di dunia.
Saya benar-benar pengen nonton. Kapan lagi bisa merenung, bermuhasabah, dan histeris. Orang-orang bilangnya musik galau, musik bunuh diri. Tapi buat saya Mono itu muhasabah. Sama seperti orang-orang yang ikut ESQ training lalu dipaksa menangis. Saya sudah tidak mempan dengan yang begitu. Tidak tahu kenapa. Tapi rasanya kita jadi tidak ikhlas dengan kematian.
"They talk in no lyric". Itu kalimat yang pernah saya baca di vinyl mereka. Tidak ada lirik, tidak banyak basa-basi, biarkan instrumen saja yang bicara. Mendengarkan Mono, atmosfer gerahnya Jakarta jadi terasa mendinginkan. Jadi jangan heran kalau bulu kuduk berdiri di siang hari yang panas. Musik mereka benar-benar dingin.
No comments:
Post a Comment