Showing posts with label musik. Show all posts
Showing posts with label musik. Show all posts

Saturday, February 25, 2012

Kenikmatan di Bulan Februari


Cinta Tak Pernah Mati
Kalau melihat judul dan sampulnya, sudah tentu buku ini tidak akan saya beli. Melihatnya seperti melihat undangan pernikahan atau kado buat mereka yang menikah, cocok sekali. Tapi lihat daftar penulis yang terdapat di sampulnya. Dua jempol untuk penerbitnya!
Dari 17 penulis di dalamnya, hanya 3 orang yang pernah saya baca karyanya, Fyodor Dostoevsky, Leo Tolstoy, dan Mark Twain. Cukup melihat nama mereka bertiga, pandangan saya mengenai buku ini langsung bertolak belakang dengan judul dan sampulnya. Saya yakin isinya berbeda dan semakin membuat penasaran.
Buku ini pertama kali saya lihat di Toga Mas Jogja sewaktu ada diskon besar-besaran di awal tahun. Saya masih ingat sekali harganya Rp38.000. Tetapi buku ini tidak jadi saya beli karena finansial kurang mendukung. Saya sudah memegang buku John Steinbeck, Leo Tolstoy, dan satu buku lainnya. Kalau ditambah buku ini lagi, takutnya saya tidak bisa kembali ke Jakarta. Tetapi akhirnya buku ini saya temukan di Blok M, masih mulus dengan harga Rp20.000. Senang sekali rasanya.
Cinta tak pernah mati ternyata cerpen karya Honore de Balzac, ceritanya mengenai seorang tentara berstatus tahanan yang berhasil kabur ketika melintasi gurun pasir di sekitar sungai nil. Kemudian dia bertemu dengan seekor macan betina dan rasa takut yang awalnya muncul berubah menjadi kasih sayang karena sudah lama bersama. Balzac menyorot sisi psikologis dari tokoh ciptaannya dan pesan yang saya terima adalah hewan juga punya jiwa. Akhirnya cerpen ini berakhir tragis bercucuran air mata.
Semua cepen di dalamnya memang bertemakan cinta. Tetapi cinta dalam sudut pandang yang jauh lebih luas, sampai saya sendiri ragu menggolongkannya tema cinta atau tidak. Lihat saja cerpen Akutagawa yang menceritakan hubungan antara Buddha dan hambanya atau cerita mengenai bekas luka seorang penjual tiket karya Somerset Maugham.
Saya membutuhkan hari yang cukup lama untuk menyelesaikan membaca buku ini. Setiap cerita memiliki sudut pandang yang berbeda dan gaya bercerita penulisnya yang berbeda juga.Selesai membaca satu cerita suasana hati saya langsung labil, berubah-ubah tidak menentu. Karena itu membacanya seperti kredit motor, dicicil sedikit demi sedikit.
Beberapa cerita dapat membuat pembacanya tersenyum bahkan tertawa, seperti cerita O. Henry dan Maupassannt. Kalau tertarik dengan cerita bertemakan horror, silahkan baca Rudyard Kipling dan Edgar Allan Poe. Cerita lainnya dapat membuat dahi berkerut dan memaksa kita pelan-pelan mencernanya. Kalau membaca lagi maka kita akan diajak untuk merenung. Baca cerpen Leo Tolstoy, ini favorit saya, maka anda akan benar-benar murung. Mungkin sedikit kutipan akan mendukung.
"Ketika kami kaya raya, kami tidak pernah merasakan kedamaian: tak ada waktu untuk bercakap-cakap, merenung tentang jiwa kami, atau berdoa kepada Tuhan. Kami punya banyak kecemasan."
Saran saya kalau anda menemukan buku ini, konsumsi dan cerna perlahan-lahan. Kenikmatan dari pesan yang disampaikan pengarangnya akan terasa lebih....



My Bloody Valentine - Loveless
Bukan karena orang-orang merayakan valentine, maka saya memutar rekaman ini dengan intensitas yang lebih tinggi bulan ini, tapi karena saya memang sedang ingin. Saya kecanduan raungan gitar Kevin Shields. Pantas saja banyak orang yang memuja dan memuji Loveless, termasuk saya yang baru berumur 1 tahun 2 hari ketika album ini dirilis. Ada perasaan yang tidak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata. Lihat ekspresi wajah orang yang sedang mendengarkannya. Itu lebih jujur.
Album ini semakin melegenda karena dengar-dengar hampir membangkrutkan Creation Records. Alan McGee rela mengeluarkan dana ratusan ribu poundsterling untuk membiayai proses rekaman album ini selama 2 tahun. Walaupun penjualannya tidak bisa dibilang sukses kala itu, tapi Loveless sudah seperti berhala bagi pemuja shoegazing sekarang dan mungkin selamanya.
Track favorit saya tentu semuanya, tapi "when you sleep" lebih sering berputar-putar di kepala dan berhasil membuat saya tersenyum dengan mata sayu.
When I look at you. Oh, I dont know what I feel.



Wednesday, February 15, 2012

The more you ignore me, the closer i get

Hari ini tiba-tiba terjadi kehebohan di jejaring sosial. Siaran persidangan kasus wisma atlit yang diputar sepanjang hari masih kalah kehebohannya. Awalnya hanya beberapa orang, mereka menyebar link sebuah situs yang merilis jadwal tour Morrissey di Singapura dan Jakarta pada bulan Mei nanti, kemudian semakin ramai yang menyebar link situs ini dan beritapun menyebar kemana-mana.
Konser mantan vokalis The Smiths itu dijadwalkan di Jakarta tanggal 10 mei dan kata-katanya hanya tersedia 4700 tiket. Ribuan orang senang, ribuan orang siap membeli celengan, ribuan orang siap bernyanyi "The more you ignore me, the closer i get.You're wasting your time......."

Tuesday, February 14, 2012

Grammys 2012

Grammy Awards tahun lalu, album The Suburbs-nya Arcade Fire menang nominasi Album of The Year. Tahun sekarang, ada album 21-nya Adele. Sebuah kewajaran kalau Adele sampai mendapatkan enam awards. Dia benar-benar populer, terutama di kalangan mahasiswa -teman-teman saya kalau berkaraoke, Adele selalu masuk ke dalam list, sampai satu album penuh sepertinya. Saya tahu Adele dari mereka ini.- Berbeda kondisinya dengan Arcade Fire tahun lalu. Siapa yang memprediksi mereka bakalan menang. Lihat saja saingannya ada Katy Perry, Lady Gaga, Eminem, dan Lady Antebellum. The Suburbs dapat masuk ke dalam nominasi saja sudah merupakan kekagetan tersendiri.
Kalau disuruh memilih dari sekian banyak nominasi dan nomenee, saya akan benar-benar bingung. Bukan bingung karena memilih yang enak diantara yang enak-enak, tetapi karena terlalu sedikit yang benar-benar saya dengarkan masuk ke dalam nominasi. Kalau yang saya tahu, banyak lah. Zaman sekarang siapa yang tidak kenal Katy Perry atau Lady Gaga. Penjual es kelapa pinggir jalan mungkin juga tahu. Tergantung umur juga sebenarnya dan pergaulan. Radiohead, The Decemberists, Death Cab for Cutie, Fleet Foxes, Mumford and Sons, Cut Copy, Kings of Leon masuk nominanasi dan tidak ada satupun yang memperoleh award. Mereka memang payah masalah rebutan award, tapi siapa yang peduli.
Setelah baca-baca dan ketahuanlah produser album 21 adalah Jim Abyss. Pantas saja! Saya juga baru tahu di dalam 21 ada cover Lovesong dari The Cure. Lagu ini memang selalu menggoda.

Backsound while writing:
Fleet Foxes - White winter hymnal
The Cure - Lovesong
Mumford and Sons - The Cave

Thursday, January 5, 2012

Enemy Radio

Sudah lama sekali rasanya saya tidak mendengarkan radio. Masa-masa remaja dulu sewaktu saya masih memakai putih abu-abu, radio satu-satunya hiburan. Bukan karena tidak ada televisi, tetapi karena saya sering pulang terlalu larut. Terlalu melelahkan kalau harus menonton televisi. Lebih santai mendengarkan radio sambil melakukan pekerjaan lain di kamar saya yang selalu berantakan dan tidak beraturan karena buku, kertas, pakaian berserakan dimana-mana. Lalu saya akan terlelap dengan radio terus menyala sampai pagi. Itu sudah menjadi kebiasaan.
Saya mulai berhenti mendengarkan radio sejak hati saya menolak arus mainstream radio. Saya ingat sewaktu semester-semester awal kuliah, saya masih memiliki radio di kamar yang dinyalakan hanya setiap hari minggu jam 2 siang untuk mendengarkan alternative zone di global radio atau dinyalakan untuk memutar kaset Mocca album friends sebagai pengantar tidur kalau sedang mengalami gangguan tidur. Selain dari itu jarang sekali dinyalakan karena radio-radio menyajikan hiburan yang monoton. Mereka takut menjadi berbeda karena takut tidak laku.
Sekarang saya mulai mendengarkan radio lagi. Radio online tepatnya yang memerlukan koneksi internet agak cepat. Terima kasih kepada kemajuan teknologi dan arus globalisasi, saya jadi bisa mendengarkan NME radio. Saya biasanya hanya membaca majalahnya, itupun versi digital. Kalau saja radio-radio lokal, televisi juga, memutar single-single seperti di playlist NME radio, barangkali kondisi hiburan tidak akan separah sekarang ini yang dipenuhi oleh tema romantis dan patah hati. Masih banyak objek lain yang harusnya lebih diperhatikan. But it's always about money and popularity.


Sunday, December 18, 2011

Bittersweet Symphony

Dalam sehari, sudah kesekian kali lagu ini diputar, sudah sampai puluhan sepertinya. Tapi tetap saja belum bosan. Tapi nanti saya bakalan bosan juga. Saya tahu itu. Kalau belum bosan ya dengarin terus terus terus sampai bosan. Tapi sampai detik ini saya masih belum bosan bosan juga. Dan gaya Richard Ashcroft yang antara songong dan cool itu sepertinya akan saya tiru suatu hari.
Cause it's a bittersweet symphony, this life
Trying to make ends meet
You're a slave to money then you die
I'll take you down the only road I've ever been down
You know the one that takes you to the places
where all the veins meet yeah

No change, I can't change
I can't change, I can't change
But I'm here in my mind
I am here in my mind
But I'm a million different people
from one day to the next
I can't change my mind
No, no, no, no, no, no, no,no,no,no,no,no(fading away)

Well I never pray
But tonight I'm on my knees yeah
I need to hear some sounds that recognize the pain in me, yeah
I let the melody shine, let it cleanse my mind, I feel free now
But the airways are clean and there's nobody singing to me now

No change, I can't change
I can't change, I can't change
But I'm here in my mind
I am here in my mind
And I'm a million different people
from one day to the next
I can't change my mind
No, no, no, no, no, no, no
I can't change
I can't change it

'Cause it's a bittersweet symphony, this life
Trying to make ends meet
Trying to find some money then you die
I'll take you down the only road I've ever been down
You know the one that takes you to the places
where all the veins meet yeah

You know I can't change, I can't change
I can't change, I can't change
But I'm here in my mind
I am here in my mind
And I'm a million different people
from one day to the next
I can't change my mind
No, no, no, no, no

I can't change my mind
no, no, no, no, no,
I can't change
Can't change my body,
no, no, no

I'll take you down the only road I've ever been down
I'll take you down the only road I've ever been down
Been down
Ever been down
Ever been down
Ever been down
Ever been down
That you've ever been down
That you've ever been down

Monday, November 28, 2011

New Years End

Lagi-lagi post rock. Saya sebenarnya tidak sedang galau dan tidak sedang tergila-gila dengan post rock. Tapi kebetulan judul lagunya sangat pas saat ini karena kemarin itu tahun baru Hijriah.
 
God is an Astronaut - New Years End

Thursday, November 24, 2011

Walikota Solo di Rock in Solo

Foto siapakah ini? Sudah pasti banyak yang tidak tahu. Saya juga awalnya tidak tahu, tapi sekarang saya jadi tahu. Yasudahlah saya beritahu saja. Ini adalah walikota Solo, bapak Joko Widodo, pada saat mengunjungi acara Rock in Solo Heritage Metal Fest 2011. Jangan heran tapi sedikit kaget bolehlah kalau beliau memakai kaos Lamb of God karena beliau dulunya memang seorang metalhead. Saya kutip langsung interview yang dilakukan Jogjamusicnews (Jogjanews.com musik).
 Kecintaan terhadap musik metal memang sudah lama?
“Dulu saya gondrong sepunggung”. Saya dulu kemana-mana pake kaos metal, tapi sekarang saya kebetulan sedang dapat amanat untuk menjadi seorang walikota. Jadi ga mungkin rasanya kalau saya tetep nekat memelihara rambut gondrong.
Bagaimana kesan bapak saat hadir di malam ini ditengah ribuan metal head tanah air?
Sukses. Itu adalah kata yang paling tepat menggambarkan suasana malam ini. Saya sebagai warga kota Solo boleh berbangga karena event ini. Event yang diadakan di kota Solo ini boleh menjadi rumah untuk ribuan metalhead tanah air.
Rock In Solo sebagai acara tahunan kota Solo?
Rock In Solo selalu sukses tiap tahunnya dengan band-band yang didatangkan dari seluruh penjuru negeri. Dan saya merasa optimis event ini boleh menjadi agenda tahunan kota Solo
Bagaimana testimony bapak mengenai band-band yang tampil di malam hari ini dan apa harapan bapak untuk event ini di tahun mendatang?
Kataklysm dan Death Angel adalah band yang ada dalam playlist saya saat saya masih remaja. Tentu saja hari ini saya senang sekali berdiri disini, tepat didepan mereka berpentas membawakan lagu-lagu yang saya dengar di kaset. Tahun ini Solo berhasil memboyong Death Angel, Saya boleh optimis kalau tahun depan Solo bisa membawa Metallica.

Saya jadi teringat cerita dosen saya dulu, panjang kalau diceritakan lagi. Yang inti ceritanya tentang penggusuran pedagang kaki lima di daerah solo sana. Pendekatan yang dilakukan berbeda, yaitu dengan cara mengundang makan bersama para pedagang kaki lima selama beberapa lama, saya lupa. Lalu penggusuran, lebih tepatnya relokasi, dibicarakan baik-baik pada jamuan kesekian. Masalah selesai.
What an underground rules, man!

Saturday, October 29, 2011

Hello Mrs. Cold

 

Hey baby, Mrs. Cold
Acting so tough,
didn't know you had it in you so be hurt at all
You waited too long
You should've hook me,
before I put my raincoat on

Oh can I get it
Oh can I see
You were fronting because
You knew you'd find yourself vulnerable around me
Oh can I get it
Oh can I see
You feel vulnerable around me

Hey, baby
what’s going on?
You lost control and you lost your tongue
You lost me
Deaf in my ear
Nothing you can say is gonna change the way I feel

Oh can I get it
Oh can I see
You were fronting because
You knew you find yourself vulnerable around me

Oh can I get it
Oh can I see
I step too close to your boundaries

You wanted nobody around to see
You feel vulnerable around me

Hey baby
What is love?
It was just a game
We're both playing and we can’t get enough of
We're both playing and we can’t get enough of
We're both playing and we can’t get enough of

Wednesday, September 14, 2011

Saya cukup Mono saja

Beberapa hari yang lalu ada sms mengagetkan dari teman saya. Mono bakalan main di Jakarta di tanggal yang tidak mengenakkan, 11 Oktober. Dan besoknya merupakan tanggal yang bakalan bersejarah, saya wisuda. Dan saya rasa saya adalah salah satu orang gila di dunia.
Saya benar-benar pengen nonton. Kapan lagi bisa merenung, bermuhasabah, dan histeris. Orang-orang bilangnya musik galau, musik bunuh diri. Tapi buat saya Mono itu muhasabah. Sama seperti orang-orang yang ikut ESQ training lalu dipaksa menangis. Saya sudah tidak mempan dengan yang begitu. Tidak tahu kenapa. Tapi rasanya kita jadi tidak ikhlas dengan kematian.
"They talk in no lyric". Itu kalimat yang pernah saya baca di vinyl mereka. Tidak ada lirik, tidak banyak basa-basi, biarkan instrumen saja yang bicara. Mendengarkan Mono, atmosfer gerahnya Jakarta jadi terasa mendinginkan. Jadi jangan heran kalau bulu kuduk berdiri di siang hari yang panas. Musik mereka benar-benar dingin.

Wednesday, August 10, 2011

Ketenangan

 

White Shoes and The Couples Company - Vakansi

Semilir bertiup angin di tepi pantai
Daun-daun berdansa dan nyiur melambai
Aduh senang bunga berkembang asri
Setahun bekerja kita membanting tulang
Inilah waktunya  kita berlibur panjang
Melupakan semua problema hati
Aduh indahnya abadi
Surya menyapa
Mari berjalan kaki bersama-sama,
menghabiskan hari

Sibuk terus dikantor itu tak baik pula
Slalu pulang malam dan lupa keluarga
Jangan marah,mari menyanyi saja
Rindu semerbak alami
Nyiur melambai
Walau berjalan kaki aku nikmati
Menghabiskan hari

Aduh indahnya abadi
Surya menyapa
Aduh indahnya abadi
Surya menyapa
Mari berjalan kaki bersama-sama
Menikmati alam sentosa
Merayakan sinar sang surya
Menghabiskan hari


Tuesday, August 9, 2011

Hari ini, 8 Agustus 2011


Ceritanya hari ini saya kehilangan sekitar 6 kilo berat badan. Si Indra ngajakin buat nimbang badan di depan klinik. Saya sudah memprediksi, berat badan saya bakalan turun dibandingkan terakhir kali menimbang sekitar sebulan sebelum puasa. Dan ternyata benar, 6 kilo lemak lenyap dalam 8 hari puasa.
Kalau lemak di badan itu berkurang sangat jelas memang kalau efeknya itu ke perut. Perut ini jadi lebih langsing dan hampir six pack. hahaha. Bukan karena olah raga tetapi karena efek tidak langsung dari mahalnya harga tiket pesawat. Jatah sebulan habis hanya untuk sebuah kursi yang akan saya duduki kurang dari 3 jam. Harga kursi mendekati lebaran memang selalu bergejolak, bukan hanya harga sembako.
Perjalanan hari ini berlanjut ke puring. Kalau orang-orang senang berburu fashion disini, saya lebih senang naik ke lantai 2. Saya mau mengambil CD Rock n Roll Mafia dan buku kedua Supernova "akar". Ada CD The Radio Dept juga, tapi finansial lagi bermasalah setelah saya membayar sebuah kursi yang berharga hampir 7 digit.-travel yang depan BP recommended la, pegawainya yang recommended maksud saya. hahaha-
Sampai di puring saya langsung ketemu si ari buat mengambil CD dan si pangab, yang menurut saya salah satu orang tidak waras yang terlihat waras, buat mengambil buku supernova "akar". Tapi buku supernova kelupaan dibawa sama ini orang, dia malah nawarin saya buku macem-macem dan seperti biasa, mulai ngeluarin komentar, teori, opini dia yang ngawur ngidul yang membuat kepala saya berputar-putar ditempatnya.
Orang ini memang sudah tidak waras lagi. Saya rasa dia kebanyakan baca buku. Terutama buku dagangannya yang sudah kekuningan atau hilang sebagian halamannya. Jadinya dia ngomong kayak buku filsafat yang penuh teori dan opini yang harus dikonsumsi pelan-pelan dulu baru kita dapat mengerti. Bahkan dosen saya tidak ada yang ngomongnya seilmiah dia.
Karena buku supernova "akar" gak dibawa, jadilah dia menawarkan bukunya yang membuat saya geleng-geleng kepala buat membelinya. Mulai dari buku ayu utami yang agak normal, buku Nayla dari Djenar Maesa Ayu yang saya rasa jangan sebaiknya kalian beli kalau kalian belum berpikiran dewasa, sampai-sampai buku pramoedya ananta toer yang berbahasa belanda. Saya mulai berpikir ngapain ini orang nawarin buku sastra, padahal sudah jelas dia selalu nanyain kabar Gayus kalau saya singgah.
Akhirnya saya jatuh hati sama buku The Catcher in The Rye. Si Pangab bilang, kalau baca buku ini bawaannya jadi pengen bunuh orang dan buku  inilah yang dibaca Chapman sebelum menembak John Lennon lima kali. Saya awalnya tidak percaya sampai saya di kosan dan bertanya ke om google. Dan tulisan di cover belakang bukanlah review atau komentar tetapi kalimat "Mengapa buku ini disukai para pembunuh?". Saya baca sedikit, dan isinya kira-kira tentang pemeran protagonis anti-hero. menarik.
Sayapun pulang dengan CD Rock n Roll Mafia dan buku The Catcher in The Rye. Saya sudah bosan mendengarkan teori-teori konotasi dari si pangab yang kalau didengarkan lebih lama lagi akan memaksa semua energi yang tersisa dari makan sahur untuk dialokasikan ke isi kepala. Bisa-bisa saya tidak sanggup hanya untuk balik ke kosan.

Friday, August 5, 2011

The Radio Dept. - The Worst Taste in Music

Tuesday, August 2, 2011

Homicide - Barisan Nisan


Homicide - Barisan Nisan

Matahari terlalu pagi mengkhianati
Pena terlalu cepat terbakar
Kemungkinan terbesar sekarang adalah memperbesar kemungkinan
pada ruang ketidakmungkinan
Sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinan
untuk berkata tidak mungkin tanpa darah mereka mengering,
Sebelum mata pena berkarat dan menolak kembali terisi
Sebelum semua paru disesaki tragedi

Dan pengulangan menemukan maknanya sendiri
dalam pasar dan semerbak deodoran
Atau mungkin dalam limbah dan kotoran,
Atau mungkin dalam seragam sederetan nisan
Atau mungkin dalam pembebasan ala monitor 14 inci yang menawarkan hasrat pembangkangan
ala Levi’s dan Nokia
Atau dalam 666 halaman hikayat para bigot dan despot yang menari ketika jelaga Azaghtot berangsur menjadi kepulan pitam berselubung Michael Jordan di pabrik-pabrik makloon para produsen kerak neraka berlapis statistik,
Pembenaran teatrikal supermall
opera sabun penyusun UU pemilu yang mencoba membanyol tentang kekonyolan demokrasi,
Yang rapih berdasi
menopengi mutilasi pembebasan
dengan sengkarut argumen basi
tentang bagaimana menyamankan posisi pembiasaan diri
di hadapan seonggok tinja para sosok pembaharu dunia bernama pasar bebas
dan perdagangan yang adil,
Untuk kemudian memberlakukan hidup seperti Akabri
Dan dikebiri matahari yang terlalu pagi mengkhianati

Dan heroisme berganti nama menjadi C-4, Sukhoi, dan fiksi berpagar konstitusi
Menjenguk setiap pesakitan dengan upeti bunga pusara dari makam pahlawan tetangga bernama Arjuna dan manusia laba-laba,
Pahlawan Dari Cobain hingga Vicious,
Dari berhala hingga anonymous bernama burung garuda Pancasila
Yang menampakkan diri pada hari setiap situs menjadi spejal bebatuan
Yang melayang pada poros yang sejajar dengan tameng dan pelindung wajah para penjaga makam Firaun ber-khakhis
Yang muncul 24 jam matahari dan gulita bertukar posisi di setiap pojokan,
Bahkan di kakus umum dan selokan,
Mencari target konsumen dan homogenisasi kelayakan

Maka setiap angka menjadi ‘maka’ dan ‘makna’,
Ketika kita disuguhi setiap statistik
dan moncong senjata dengan ribuan unit SSK untuk menjaga stabilitas,
bagi mereka yang akan dinetralisir karena menolak membuang buku Pantone sebagai panduan kebenaran
Sejak hitam dan putih hanya berlaku di hadapan mata sinar Xerox.
Menolak terasuki setan dan tuhan
yang mewujud dalam ocehan pencerahan kanon-kanon tumpukan Big Mac dan es krim Cone yang berseru:
“Beli…beli…beli..., konsumsi…konsumsi kami,
sehingga kalian dapat berpartisipasi dalam usaha para anak negeri yang berjibaku untuk naik haji!!”

Oh, betapa menariknya dunia yang sudah pasti,
Menjamin semua nyawa dan pluralitas dengan lembaran kontrak asuransi,
Dengan janji pahala bertubi,
Dengan janji akumulasi nilai lebih, bursa saham
Dan dengan semantik-semantik kekuasaan yang hanya berarti ketika periode berkala para representative di gedung parlemen mulai tawar-menawar jatah kursi
Dan kekuatan hanya berlaku pasca konsumsi cairan suplemen tonik
Dan para bigot bertemu kawanan
Dan cinta hanya akan berlaku setelah melewati sederetan birokrasi ideology berwarna merah
hijau, hitam, kuning, biru, merah, putih, dan biru,
dan merah, dan putih.

Oh betapa indahnya dunia yang berkalang fajar poin-poin Nafta
Sehingga pion-pion negara yang berkubang di belakang pembenaran evolusi mereka
Dengan berpetangkan saluran-saluran pencerahan para rockstar yang lelah berkeluh kesah
kala peluh mongering kasat di hadapan pasanggiri lalat-lalat pasar
dan kilauan refeksi etalase dan display berhala-berhala
Berskala lebih thaghut dari ampas neraka
di antara robekan surat rekomendasi para negara donor,
perancang undang-undang dan fakta-fakta anti terror,
Para arsitek bahasa penaklukan,
Para pengagung kebebasan,
Kebebasan yang berlaku di hadapan layar Flatron, kemajemukan ponsel, demokrasi kotak suara,
dan pluralisme gedung rubuh

Oh betapa agungnya dunia di hadapan barisan nisan yang dikebiri matahari
dan terlalu pagi mengkhianati
Maka, jangan izinkan aku untuk mati terlalu dini, wahai rotasi CD dan seperangkat Boombox ringkih,
Jangan izinkan aku mendisiplinkan diri ke dalam barisan, wahai bentangan celluloid dan narasi.
Dan demi perpanjangan tangan remah di mulutmu, anakku,
jangan izinkan aku terlelap menjagai setiap sisa pembuluh hasrat yang kumiliki hari ini.
Demi setiap huruf pada setiap fabel yang kututurkan padamu sebelum tidur, zahraku, mentariku,
jangan sedetikpun izinkan aku berhenti menziarahi setiap makam tanpa pedang-pedang kalam terhunus,
lelap tertidur tanpa satu mata membuka,
tanpa pagi berhenti mensponsori keheningan berbisa,
tanpa di lengan kanan-kiriku adalah matahari dan rembulan,
bintang dan sabit,
palu dan arit,
bumi dan langit,
lautan dan parit,
dan sayap dan rakit
Hingga seluruh paruku sesak merakit setiap pasak-pasak kemungkinan terbesar,
Memperbesar setiap kemungkinan pada ruang ketidakmungkinan
Sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satupun sudut kemungkinan
untuk berkata tidak mungkin
tanpa darah mereka mongering
sebelum mata pena berkarat dan menolak kembali terisi

Dan matahari tak mungkin lagi mengebiri pagi untuk mengkhianati

Sunday, July 17, 2011

April Shower (Math and Physics Club)


Math and Physics Club - April Shower

There's no place I'd rather be
Than with you right next to me
Huddled up under my umbrella
Though the rain keeps falling down
I never see you frown
You're always up for any type of weather

Ba ba ba ba ba
April showers

It's soaking to the bone
We should have stayed at home
I don't care as long as we're together
Or we'll stay in instead
Laying in our bed
We don't have to get up till never

Ba ba ba ba ba
April showers
April showers
Meet me here this time next year

There's no place I'd rather be
Than with you right next to me
Huddled up under my umbrella
Though the rain keeps falling down
I never see you frown
You're always up for any type of weather

Ba ba ba ba ba
April showers
April showers
April showers
Meet me here this time next year

Monday, July 11, 2011

Monday Quote

When you're from nothing
You can do anything you want
When you're from nowhere
You can go anywhere you want

(Cold Cave-Villains of The Moon)

Tuesday, May 17, 2011

Honeymoon on Ice

Saya baru menonton film Eternal Sunshine Of the Spotless Minds dan sepertinya judul Honeymoon on Ice "The Trees and The Wild" terinspirasi dari film ini.

The Trees and The Wild
Honeymoon on Ice

i'll be sitting and i'll be waiting for you
cause all this thoughts and all this hopes will go
blue time awaits you now
and breaks you now

i'm on your side
i'm on your side
i'm on your side
and memories is all we got so hold my hand
and we'll ease it out tonight tonight
i can feel you in my sleep
the fear of eve is in my grief the smile light is flashing both my eyes
i'll be sitting and i'll be waiting for you

Monday, May 9, 2011

Dibalik Tugas Akhir


Masa-masa suram KTTA lewat juga. Setelah dapat data baru. Seminggu lebih mengurung diri buat ngebut ngerjain dan hanya perlu waktu dua hari untuk dapat tanda tangan dosen. Seperti jalan tol, semua lancar tanpa hambatan. :D
Dibalik kesuksesan saya ngerjain TA adalah gambar di atas. Motivasi saya ngerjain TA memang gak muluk-muluk. Saya pengen cepat lulus trus dapet duit buat beli vinyl. hahaha
Sebelum punya yang asli, minimal punya gambarnya. Sayapun menggambar playernya dulu. Karena vinyl gak akan berguna kalo gak ada playernya. Tadaa... dengan kemampuan apa adanya jadilah seperti gambar di atas. Trus gambar itu saya tempel di dinding pas dibelakang meja laptop. Jadi tiap kali main-main laptop pasti ngeliat. Berharap kalo ngeliat jadi ingat buat ngerjain TA.
Awal-awal ngeliat memang ingat buat ngerjain. Tapi setelah 2-3 hari bosen juga ngeliat ni gambar. Dan sepertinya tu gambar bosen juga saya liatin tiap hari. Akhirnya diapun copot sendiri dan bergabung dengan komplotan buku-buku auditing. Beberapa hari kemudian, saya sebagai penciptanya yang baik akhirnya menempelkannya lagi dengan kekuatan dobel tip ekstra.
Sampai TA saya selesai, ditandatangani, dan dikumpulkan, gambar ini masih menempel dengan gagahnya menemani saya. Tapi semalam dia copot lagi. Sepertinya kekuatan dobel tip ekstra sudah tidak kuat lagi menahan. Saya memutuskan untuk mengistirahatkannya sampai datang saat yang tepat lagi untuk menempelkannya.

Monday, April 25, 2011

The Radio Dept. in Potato Head

The Radio Dept @Potato Head, 23 April 2011


Friday, April 22, 2011

The war will break this world to pieces

Ada yang benci perang, ada yang senang berperang.
yang pasti perang ada akibatnya
Pure Saturday - Enough
Another sleepless night
Thinkin' about this things anymore
Can you see I try to forget?
Then feel the world is peace in war
But it seems impossible
To stop the world spinning round
Problems come and go so fast
No chance to us to think about

Another nuclear fight
Flying and trying to kill everymore
Will you see the truth?
Thru' that stuff don't you think so sure
They got nothing on their hand
They just got sinkin' in the sand
Try so hard to move their body
But it doesn't work at all

It's had enough, it's had enough
The war will break this world to pieces
Do you realize?

Don't you wish a miracle?
It won't comes to you anymore
If you don't change your point of view
And clean all messed up
Everyone get lost in dark
Dreaming and learn to steer by the stars
Everyone has to die
But not like this, believe me...

It's had enough, it's had enough
The war will break this world to pieces
Do you realised?


Another sleepless night
Thinkin' about this things anymore
Can you see I try to forget
Then feel the world is peace in war

The war will break this world to pieces
The war will break this world to pieces
The war will break this world to pieces
The war will break this world to pieces
Powered by Blogger.
Kursi Kayu jati © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.