Showing posts with label underground. Show all posts
Showing posts with label underground. Show all posts

Thursday, November 24, 2011

Walikota Solo di Rock in Solo

Foto siapakah ini? Sudah pasti banyak yang tidak tahu. Saya juga awalnya tidak tahu, tapi sekarang saya jadi tahu. Yasudahlah saya beritahu saja. Ini adalah walikota Solo, bapak Joko Widodo, pada saat mengunjungi acara Rock in Solo Heritage Metal Fest 2011. Jangan heran tapi sedikit kaget bolehlah kalau beliau memakai kaos Lamb of God karena beliau dulunya memang seorang metalhead. Saya kutip langsung interview yang dilakukan Jogjamusicnews (Jogjanews.com musik).
 Kecintaan terhadap musik metal memang sudah lama?
“Dulu saya gondrong sepunggung”. Saya dulu kemana-mana pake kaos metal, tapi sekarang saya kebetulan sedang dapat amanat untuk menjadi seorang walikota. Jadi ga mungkin rasanya kalau saya tetep nekat memelihara rambut gondrong.
Bagaimana kesan bapak saat hadir di malam ini ditengah ribuan metal head tanah air?
Sukses. Itu adalah kata yang paling tepat menggambarkan suasana malam ini. Saya sebagai warga kota Solo boleh berbangga karena event ini. Event yang diadakan di kota Solo ini boleh menjadi rumah untuk ribuan metalhead tanah air.
Rock In Solo sebagai acara tahunan kota Solo?
Rock In Solo selalu sukses tiap tahunnya dengan band-band yang didatangkan dari seluruh penjuru negeri. Dan saya merasa optimis event ini boleh menjadi agenda tahunan kota Solo
Bagaimana testimony bapak mengenai band-band yang tampil di malam hari ini dan apa harapan bapak untuk event ini di tahun mendatang?
Kataklysm dan Death Angel adalah band yang ada dalam playlist saya saat saya masih remaja. Tentu saja hari ini saya senang sekali berdiri disini, tepat didepan mereka berpentas membawakan lagu-lagu yang saya dengar di kaset. Tahun ini Solo berhasil memboyong Death Angel, Saya boleh optimis kalau tahun depan Solo bisa membawa Metallica.

Saya jadi teringat cerita dosen saya dulu, panjang kalau diceritakan lagi. Yang inti ceritanya tentang penggusuran pedagang kaki lima di daerah solo sana. Pendekatan yang dilakukan berbeda, yaitu dengan cara mengundang makan bersama para pedagang kaki lima selama beberapa lama, saya lupa. Lalu penggusuran, lebih tepatnya relokasi, dibicarakan baik-baik pada jamuan kesekian. Masalah selesai.
What an underground rules, man!

Sunday, July 10, 2011

Mari Makan


Makanan akan selalu menjadi kebutuhan primer. Jadi tidak heran kalau banyak berdiri warung-warung yang menjual makanan siap santap. Dengan bermodal Rp5000 kita sudah dapat memperoleh sebungkus nasi, sayur gulai, dan telur sambel.
Perkara mengisi perut bagi kita mungkin masalah yang gampang. Bawa dompet, pergi ke warung, makan, selesai, dan bayar. Beginilah siklus yang selalu terjadi 2-3 kali sehari.Tapi apakah setiap orang mengalami siklus seperti itu? Saya rasa tidak.
Mungkin karena sudah menjadi pengetahuan umum sehingga kita seakan pura-pura tidak tahu.Banyak saudara kita masih berpikir keras kalau masalah perut. Kalau kita memikirkan enaknya makan apa hari ini, mereka berpikir apa yang bisa dimakan hari ini.
Malam ini kami hanya dapat berbagi beberapa bungkus nasi pecel dan tempe, tapi tanpa sadar timbul  komitmen untuk dapat berbagi yang lebih besar nanti.

Selamat Menikmati


Powered by Blogger.
Kursi Kayu jati © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.