"Kita tidak jadi menang hari ini. Masih ada satu pertarungan lagi."
Begitulah kata-kata pengumuman dari mesjid setelah shalat isya yang berhasil membubarkan orang-orang yang berkumpul dan bersiap-siap untuk takbiran. Lucu juga pilihan kata-katanya menurut saya dan tertundalah takbiran dengan obor malam ini.
Tapi kalau dipikir-pikir, kenapa disebut hari kemenangan. Apa karena kita semua benar-benar menang atau supaya kita merasa menang. Padahal kita tidak tahu kita apakah kita menang atau tidak. Apalagi orang seperti saya yang puasa ala kadarnya. Apakah saya akan dianggap sebagai pemenang dan merayakan 1 syawal sebagai hari kemenangan?
Mendengar hari kemenangan, orang-orang jadi merasa senang, gembira, bahagia. Jarang kita temukan orang yang bersedih. Saya penasaran kenapa orang-orang merasa begitu bahagia. Apa karena mereka sudah tidak akan berlapar-lapar lagi, minimal sampai tahun depan, atau karena mereka akan mengenakan baju baru, atau karena akan ada pesta kecil-kecilan di rumah.
Tidak tahulah. Sayapun tidak tahu jawabannya. Kalau orang-orang senang, saya akan ikut-ikutan senang. Kalau orang-orang bersedih, saya akan ikut-ikutan sedih. Esensinya saya tidak tahu apa. Rasa dingin sepertinya membuat otak saya sedikit beku, semua jadi terlihat negatif.
Saya hanya mau mengucapkan selamat merayakan 1 Syawal 1432 H. Tidak peduli 1 Syawal kalian hari ini atau besok. Dan jangan memperdebatkan siapa yang salah atau siapa yang paling benar karena jawabannya tidak akan kita temukan. Benar dan salah itu paralaks bergantung darimana kalian memandang.
(semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah)
dan berbahagialah! kalau kalian merasa 1 syawal ini hari kemenangan kalian.
No comments:
Post a Comment