Kemarin saya baru menonton Into The Wild. Setelah sekian lama mencari dan menunggu, akhirnya dapat juga film ini. Kisah nyata Christopher McCandless yang meninggalkan kuliahnya untuk menuju Alaska.
Hal yang paling menarik adalah buku favorit yang dibaca oleh Chris. Penulisnya adalah Jack London. Ketika pertama kali disebutkan Jack London di filmnya, saya langsung melihat ke rak miyako. Oh man, ternyata bukunya saya punya, The Call of the Wild.
Buku ini saya beli beberapa minggu yang lalu ketika berburu buku dengan teman kuliah (fauzi, rizki, sanda, lambok). Waktu membelinya saya tidak tahu siapa itu Jack London dan buku apa yang sedang saya pegang. Bisa dibilang saya seperti bocah, melihat banyak artwork di dalamnya dan font ukuran (sepertinya) 14, timbul niat ingin membeli.
Tawar menawar sedikit alot dengan pembukaan harga 35rb. Saya tawar 15rb. Penjual meminta 25rb. Saya tetap 15rb. Dia berkurang lagi menjadi 20rb. Saya tetap 15rb. Dia tidak mau kurang dari 20rb. Bahasa batak keluar, dia takluk, saya menang ,walaupun 15rb masih terlalu mahal untuk sebuah buku bekas seperti ini.
Jodoh memang susah ditebak. Tak peduli seberapa tidak menarik buku itu buat orang lain, kumal, membosankan, tetapi ada hal yang memanggil saya untuk memilikinya. Kita memang berjodoh. Aku, The Call Of The Wild, dan Into The Wild.
PINJEM, Daddy!!!
ReplyDeletenih nak. ambil dikosan. haha
ReplyDelete#jambak
ReplyDeletebawain lah, daddy...
gak boleh jambak2 orang tua. itu namanya durhaka. :P
ReplyDeletentar dibawain.