Poin pertama yang mirip adalah tarawihnya 8 raka'at dan ayat yang dibaca tidak sampai membius saya untuk tidur. Poin kedua adalah karena saya harus berjalan cukup jauh dulu untuk sampai kesana. Sama seperti di kampung, bahkan kalau di kampung saya malahan mesti berjalan lebih dari 2 kilo, menuruni bukit, menghirup udara dingin, lalu sewaktu pulang, duduk di pinggir danau memandangi pantulan cahaya-cahaya kota sambil menggerak-gerakkan ujung kaki bermain air.
Saya rindu kedinginan.
Saya rindu menggunakan sweater tebal.
Saya rindu minum teh pagi di halaman.
Saya rindu langitnya sewaktu malam.
Saya rindu mendaki bukit di belakang rumah.
Saya rindu lolongan anjing tetangga.
Saya rindu segalanya.
and I miss you mom.
Foto kampung saya di slide KSPK yang ditemukan sewaktu UAS. :)
Oh what?? Kampungmu ada danaunya? kau tinggal dimana ded? Pulau Samosir? mau lah aku main2 ke sana. mungkin resepsi pernikahanmu kali yak..
ReplyDeletemasih tidak percaya. danau ded? seriusan?
ReplyDeleteya Alloh.
ReplyDeletesilahkan la search di google. keywordnya Parapat. biarkan gambar yang menjawab. :D