Monday, July 16, 2012

Pulang berarti memiliki tempat yang disebut rumah

Tengah malam, saat itu saya sedang berada di ruang tunggu bandara dengan kaki yang diluruskan di atas kursi panjang dan tas yang menjadi bantal. Saya sempat berpikir kalau saya akan pulang. Tapi tidak. Kali ini saya akan terbang semakin jauh dari rumah dan membuat saya semakin rindu untuk pulang. Kerinduan ini jauh lebih unggul dibandingkan kerinduan untuk bertemu gadis yang disuka.

Ada sisi kenikmatan tersendiri ketika saya hanya bisa pulang setahun sekali. Kenikmatan dari kerinduan yang memuncak yang tidak akan bisa ditemukan kalau saya bisa pulang setiap hari. Rasa rindu karena jarang bertemu. Rasa rindu yang membuat sendu. Begitu kerinduan itu sanggup terlampiaskan, setiap hal yang terjadi akan menjadi meriah. Hal biasapun akan terasa mewah. Senyum, perhatian, tawa, dan canda yang tak biasa ada menjadi ada.

Pulang ada karena ada rumah. Walaupun rumah itu hanya berisi satu orang atau dua atau tidak ada seorangpun. Selalu ada yang membuat kita rindu untuk pulang. Kalau rumah sudah tidak berisi lagi, maka yang akan kita temukan hanyalah memori. Hal yang sangat menyedihkan ketika kerinduan hanya bisa terobati oleh memori. Maka banyak-banyak bersyukurlah kalau rumah kita masih berisi satu orang atau dua atau lengkap barangkali. 

1 comment:

< > Home
Powered by Blogger.
Kursi Kayu jati © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.