Saya mulai terbiasa di rumah, bahkan keinginan untuk mencari hiburan di luar rumah pun hampir hilang. Ketika disuruh ke kantor, rasanya malas sekali. Dengan kondisi sekarang sepertinya semua pekerjaan kantor dapat dilakukan di rumah.
Selama kerja di rumah, satu hal yang sangat saya sadari adalah waktu yang cepat berlalu. Biasanya tidak terasa jarum jam sudah di angka dua atau tiga. Padahal pekerjaan tidak banyak. Kalau di kantor jam segitu memasuki fase ngantuk atau malahan baru mulai mengumpulkan konsentrasi.
Kedua, kerja di rumah terasa lebih efisien waktu. Tidak banyak distraksi, terutama mengobrol yang tanpa disadari bisa menghabiskan banyak waktu, entah mengobrol masalah pekerjaan atau masalah yang bukan masalah.
Sekarang adalah masa-masa dimana hidup selalu diselingi dengan media sosial. Di antara pekerjaan yang melelahkan, kita sempatkan membuka instagram. Ketika diam tidak ada kegiatan, kita membuka youtube. Lalu ketika kita sudah lelah dan bosan bermedia sosial, apalagi yang bisa dilakukan? Ya, kembali ke "diam". Membiarkan pikiran melanglang kemana-mana, pergi ke masa lalu atau bahkan masa depan.
Momen "diam" ini sudah mulai jarang terasa. Seringnya muncul ketika nongkrong di kamar mandi, selain itu jarang sekali. Tapi kalau nongkrong sambil membawa ponsel pintar sudah tentu "diam" itu akan pergi. Dengan adanya ponsel pintar, indra kita tidak bisa diam, kita tanpa sadar terus berpacu dengan informasi yang bergerak sekencang internet yang kita miliki.
Semakin cepat internet yang kita miliki, maka semakin cepat juga informasi itu datang dan pergi. Ditambah standar rasa ingin tahu yang semakin tinggi dan gengsi/takut dicap ketinggalan informasi menjadikan kita, pada kenyataannya, tidak "tahu" apa-apa. Setidaknya itulah yang saya rasakan. Tapi memang tidak sesederhana itu, banyak kondisi-kondisi lain ketika dirunut akan saling berkaitan.
Tidak "tahu" apa-apa maksud saya bukanlah benar-benar tidak tahu apa-apa, tapi lebih pada tidak memahami utuh atau sekadar mau memahami yang sesuai dengan selera. Ketika sekilas membaca suatu hal, kita langsung merasa paham. Bahkan dari judul sebuah artikel saja kita merasa sudah bisa tahu apa isinya. Padahal belum tentu begitu. Kemudian jari-jari kita akan bereaksi entah menekan tombol like, share atau mengetik komentar. Lalu?
Tidak ada. Tidak akan terjadi apa-apa. Kembali ke siklus awal, membaca sekilas.
Bersyukurlah ketika momen "diam" ini datang. Nikmati keheningannya. Siapa tahu tiba-tiba dapat inspirasi besok mau bikin apa.
Patam Lestari, Batam. 2020.
*Kita adalah saya dan saya

No comments:
Post a Comment