Monday, April 25, 2011

The Radio Dept. in Potato Head

The Radio Dept @Potato Head, 23 April 2011


Friday, April 22, 2011

The war will break this world to pieces

Ada yang benci perang, ada yang senang berperang.
yang pasti perang ada akibatnya
Pure Saturday - Enough
Another sleepless night
Thinkin' about this things anymore
Can you see I try to forget?
Then feel the world is peace in war
But it seems impossible
To stop the world spinning round
Problems come and go so fast
No chance to us to think about

Another nuclear fight
Flying and trying to kill everymore
Will you see the truth?
Thru' that stuff don't you think so sure
They got nothing on their hand
They just got sinkin' in the sand
Try so hard to move their body
But it doesn't work at all

It's had enough, it's had enough
The war will break this world to pieces
Do you realize?

Don't you wish a miracle?
It won't comes to you anymore
If you don't change your point of view
And clean all messed up
Everyone get lost in dark
Dreaming and learn to steer by the stars
Everyone has to die
But not like this, believe me...

It's had enough, it's had enough
The war will break this world to pieces
Do you realised?


Another sleepless night
Thinkin' about this things anymore
Can you see I try to forget
Then feel the world is peace in war

The war will break this world to pieces
The war will break this world to pieces
The war will break this world to pieces
The war will break this world to pieces

Wednesday, April 20, 2011

Suburban kids of sweden

Saya memang anak desa. Tapi desa saya indah seperti swedia.







Thursday, April 14, 2011

Sebuah Rencana Besar Pemberontakan

Kalau di post sebelumnya saya sangat senang karena sudah mendapat data, maka di post yang ini saya merasa sangat menderita karena data yang saya dapat ternyata salah. Data yang saya dapat namanya "Program Kerja SPI", awalnya mikir sama kayak Program Audit (dari nama saja sudah mirip). Tetapi kalau ditelaah lebih dalam lagi, ternyata berbeda. Dan setelah saya pelajari lebih dalam lagi, data yang harusnya saya dapatkan adalah "Program Kerja Pemeriksaan". Bodoh, dodol, bahlul, bego!!
Mungkin inilah yang namanya resiko pekerjaan. Resiko memang tidak bisa dihindari, dia muncul seenak udelnya. Menurut auditing, untuk menghadapi sebuah resiko, kita perlu sebuah perencanaan. Perencaan yang benar-benar matang. Dan itulah yang sedang saya coba untuk lakukan. Yak, saya perlu rencana. RENCANA!!

Beginilah kira-kira rencana saya dalam beberapa kondisi bertingkat:
Rencana I :  Saya akan meminta Rencana Kerja Pemeriksaan ke objek dengan tampang sangat memelas. *masih waras
Rencana II: Jika Rencana Kerja Pemeriksaan tidak ada atau mungkin bersifat rahasia, maka saya mengganti judul (lagi). Kemungkinan Evaluasi Tahapan Audit. Datanya ada di Program Kerja, berbentuk diagram dan hanya 1 lembar. kalau tidak selesai waktu deadline kemungkinan perpanjangan deadline. *mulai stress
Rencana III: Jika ternyata Evaluasi Tahapan Audit tidak diterima dosbing karena datanya yang secuil, maka saya akan merubah judul (lagi dan lagi) dan sudah pasti perpanjangan deadline. Judulnya apa saya bingung, kemungkinan observasi langsung. *mulai gila.
Rencana IV: Sampai disini saya rasa KTTA sudah bakalan diterima. Dan jika ternyata judul baru yang saja buat tidak diterima juga, maka saya akan ganti judul (lagi, lagi, dan lagi). hahahahaaa *gila beneran
Rencana V: Jika KTTA saya sudah diterima. Saatnya mewaraskan otak. Mumpung kuliah sehari doank. :)

Begitulah kira-kira rencana jitu yang saya buat. Saya berharap hanya sampai Rencana I. Sehingga saya tetap menjadi orang waras. :Amin:

Saturday, April 2, 2011

Copy Paste di Sabtu Malam


Artikel ini rencananya akan dimasukin ke SUCXzine 5 bertema kemiskinan yang rencananya akan segera diterbitkan. Tapi rencana tinggal rencana.  Zine kelima akhirnya ngambang, lebih tepatnya melayang. Sudah berbulan-bulan terbengkalai. Sampai sayapun lupa kapan saya buat artikel ini. Lupa diletakin di folder mana. Coba bongkar-bongkar di email dan ternyata ada.
  Menghajar Kemiskinan, Menentang Teori
Kalau saya sebutkan sebuah nama, Muhammad Yunus, siapa yang kenal? Ada puluhan bahkan ratusan manusia yang diberi nama Muhammad Yunus. Salah satu Muhammad Yunus yang akan saya bahas adalah seorang Superhero tanpa kemampuan super yang tidak dapat dibandingkan dengan Superhero-Superhero ala DC atau Marvel.
Sosok Muhammad Yunus adalah pria kelahiran Bangladesh 28 Juni 1940. Integritasnya dalam bidang ekonomi berhasil membantu mengangkat derajat orang-orang miskin di Negaranya, Bangladesh. Beliau adalah seseorang yang berani memberontak melawan teori-teori perbankan tentang pemberian pinjaman hanya kepada mereka yang berkemampuan membayar.
Cerita bermula ketika terjadinya wabah kelaparan di Bangladesh pada tahun 1974.  Beliau yang berlatarbelakangkan seorang dosen ekonomi di Universitas Chittagong mulai gelisah melihat wabah ini. Mengapa orang yang sudah bekerja sehari penuh, seminggu penuh, atau bahkan sebulan penuh masih kurang mampu mencukupi kebutuhan makanannya.
Pertanyaan beliau terjawab setelah beliau meninjau langsung ke lapangan. Hulu dari masalah adalah bank-bank komersil yang menolak memberi pinjaman kepada penduduk yang bisa digolongkan kurang mampu atau miskin. Penduduk miskin yang membutuhkan modal untuk usaha terpaksa meminjam langsung kepada rentenir yang sudah pasti dengan imbalan bunga yang tidak kecil, yaitu sekitar 10 persen. Kalau keadaan terus dipertahankan seperti ini tentu masyarakat miskin hanya akan berputar-putar di lingkaran kemiskinan. Untuk memenuhi kebutuhan super primer akan makanan saja masih kurang apalagi untuk kebutuhan lain. 
Kegeramannya melihat hal tersebut dilawan dengan memberikan pinjaman langsung hanya kepada orang-orang miskin. Pada awalnya modal pinjaman hanya berasal dari uang pribadi beliau, yaitu US$17 untuk 42 orang miskin. Jumlah sedikit memang buat saat ini, tapi pada saat itu sangat membantu.
Titik terang sudah mulai terlihat. Masyarakat miskin bukanlah seorang pemalas seperti yang disuara-suarakan. Tanpa adanya ketersediaan modal bagaimana mereka dapat membuka usaha dan bekerja dikala lapangan pekerjaan sangat terbatas. Sedangkan meminjam modal dari rentenir sama saja dengan berjalan ke tiang gantungan.
Melanjutkan pemberontakannya terhadap teori-teori perbankan, Muhammad Yunus kemudian mendirikan Bank Grameen pada tahun 1976 yang memfokuskan pinjaman kepada orang-orang yang berada di lingkaran kemiskinan dan mereka yang tidak dapat memperoleh pinjaman dari bank-bank komersil. Keberhasilan Bank ini diluar dugaan teori perbankan. Pada akhir tahun 2006 Bank Grameen yang sudah melayani hampir setengah dari penduduk miskin di Bangladesh, menerima pengembalian sebesar 98,97% untuk kredit bulan november. Tentu ini merupakan suatu keberhasilan luar biasa dari sebuah bank anti komersil yang tulus berazaskan kepercayaan kepada masyarakat tanpa diselubungi oleh niat lain.
Sepertinya sudah menjadi dongeng turun temurun bahwasanya orang baik akan mendapatkan sesuatu yang baik sebagai imbalan. Muhammad Yunus memperoleh Nobel Perdamaian pada tahun 2006.
Bank yang semata-mata memandang profit sebagai tujuan tentu tidak dapat dibandingkan dengan Muhammad Yunus dan Bank Grameen-nya. Apalagi orang-orang yang memandang pangkat dan jabatan hanya sebagai media penambah uang di tabungan. Semoga saja kita bisa tersadar dan membuka mata bahwasanya materi itu bukan satu-satunya tujuan. Materi hanyalah fatamorgana yang membius kita untuk cenderung stagnan.


< > Home
Powered by Blogger.
Kursi Kayu jati © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.